Blurb
Count Vladislaus Draculesti percaya pada tiga hal:
Kemurnian darah.
Martabat bangsawan.
Dan superioritas Eropa.
Lalu ia terlempar ke Jakarta.
Di kota ini, darah terasa seperti MSG cair, hantu tak paham bahasa Latin, dan pemburu vampir menyamar jadi petugas kebersihan dengan bawang putih tunggal.
Kini sang vampir harus bekerja di warteg, bertahan hidup dari gulai kambing super pedas yang entah kenapa lebih ampuh daripada darah segar.
Ketika rival lamanya muncul sebagai influencer bule palsu dan berniat menggusur Warteg Bahagia demi apartemen elit, Vlad terjebak dalam perang paling memalukan sepanjang hidup abadinya:
Perang santet vs sihir hitam.
Pocong vs aristokrat.
Cinta vs ego 500 tahun.
Ini bukan kisah vampir yang anggun.
Ini kisah vampir yang kepanasan, kere, dan jatuh cinta.