Sisi bocah ingusan menepi di teras rumahku, itu dalam waktu kurang dari dua jam sejak kuperhatikan dari dalam. Aku tidak percaya ini, gagal menikah malah mendapatkan anak. “Ah paling juga anak sedang neduh,” gumamku sambil berjalan ke di depan. Terjadi akuisisi antara aku dan si bocah.
“Hai, kamu terlantar?”
“Haha, sudah kuduga, angkat aku jadi anakmu! Aku janji akan kukabulkan semua permintaanmu.”
“Haha, kamu jin setara usia anak SD,...