Rintik air malam itu mendatangkan gemuruh dan cahaya yang menyambar. Dalam dingin, seorang ayah menyelimuti putri kecilnya dengan selimut yang entah kapan terakhir kali merasakan buih-buih busa.
"Tidurlah, nak. Besok kamu harus pergi sekolah" ucap sang ayah lembut.
"Aku tak bisa tidur, yah! Aku takut! Bagaimana jika petir-petir ini menyambarku ketika aku terlelap dalam mimpiku?" jawab si putri.
"Maka halaulah mereka dalam mimpimu. Ayah akan berada d...