Seharusnya standar motor butut ini tak lupa kuturunkan, agar ujung pagiku yang berselimut mendung tak memalukan seperti ini.
Tubuhku terhempas, kepalaku menyentuh aspal tipis-tipis. Sakit sih lumayan, malunya dilihat orang itu naujubillah.
Setelah selesai melakukan donor darah, kolong langit Pekanbaru masih kuat menahan hujan yang siap menumpahkan berkahNya siang itu.
Masih belum hujan. Dari lokasi donor darah ke rumahku cuma berjarak 5 km. Kupaksak...