Lihatlah betapa cantiknya dia!
Aku menepuk tangan sekali tepat setelah lilin merah di tengah meja menyala lembut. Lalu, aku berdecak kagum saat menatapnya, sosok anggun itu, wanita yang duduk di depanku. Aku mengangguk khidmat. Tak perlu diragukan. Dia wanita paling menarik yang pernah kutemui.
Dalam temaram, masih dapat kulihat rahangnya. Aku menyentuhnya, sensasi dingin langsung merayap darinya. Aku mengelusnya, dari kiri ke kanan, merasakan bent...