Kala Hujan

Oleh: Putri Rafi

Bandung sore itu seperti lukisan tua yang dicuci air mata langit. Hujan turun perlahan, tidak tergesa, seolah menikmati setiap detik ia membasuh trotoar, bangku-bangku tua, dan kenangan yang berserakan di Jalan Braga.

Arkan berdiri di bawah kanopi kedai kopi kecil, menggenggam cangkir karton yang menghangatkan telapak tangannya, tapi tak banyak menolong sunyi di dadanya. Dahi laki-laki itu dihiasi kerut halus, bukan karena usia, tapi oleh waktu ...

Baca selengkapnya →