The Pretender

Oleh: myht

Jari-jari gemetar menggenggam sarung berlumur semen kering. Kaki lambat melangkah, peluh membasahi wajah, leher, hingga baju. Matahari terik menambah berat bebannya, tapi tidak ada yang bisa menghentikan Adit menyusuri jalan Kemusha.

Jalan Kemusha yang hanya setapak itu adalah tempat ia biasa istirahat dan menyendiri sebelum lanjut bekerja. Jaraknya sekitar 300 meter dari danau buatan yang sedang dipugar. Danau buatan itu telah 20 tahun terbengkal...

Baca selengkapnya →