Sembilan Nyawa

Oleh: Keita Puspa

Oyen hari itu tampak sedang bermalasan di kolong bangku sebuah warung. Hari terlalu terik untuk mengelilingi kampung mencari sisa ikan di tempat sampah atau menggoda para betina yang anak-anaknya sudah dibuang pemiliknya ke kampung seberang. 

Mata Oyen menyipit. Terlalu silau untuk membuka mata. Oyen rebahan sambil guling-guling. Kemudian ia mandi—menjilat seluruh bulu di tubuh dengan lidah berdurinya. 

Tak lama langit mendung. Kemudian hujan t...

Baca selengkapnya →