Mario keluar dan membuka pintu ruangan Pak Direktur. Pintu itu berderit keras membuat telinga dan sekujur tubuh ngilu. Sejanak waktu berhenti, semua mata tertuju kepadanya sekarang. Bu Lita yang biasanya sibuk dengan laptopnya saat itu menatap penasaran, Pak Suban yang biasanya asik dengan permainan mahjong di gawai matanya menatap lamat pria itu. Semua orang yang awalnya sibuk, untuk sepersekian detik menghentikan aktivitasnya. Senyum Mario terk...