DESTINY OF US

Oleh: Bie Farida

Seorang pemuda melangkah pelan di jalan setapak yang sunyi, diapit deretan batu nisan yang berdiri kaku bagai saksi bisu waktu. Di tangannya, ia menggenggam erat seikat lili putih segar yang sedikit bergetar bersama langkahnya. Begitu ia telah sampai di depan sebuah nisan bertuliskan nama “Zumi Prismaya”, langkahnya terhenti. Dengan jemari yang ragu namun penuh rindu, ia mengusap dinginnya batu itu. Perlahan ia menunduk dan meletakkan bunga d...

Baca selengkapnya →