Bukit hijau itu selalu tampak menenangkan, seolah menjadi tempat di mana dunia berhenti berisik sejenak. Angin semilir membawa aroma tanah basah, sementara langit biru tampak membentang luas di atas sana. Di tengah ketenangan itu, seseorang tampak berlari kecil, mendekat ke arah Vinia yang langsung melambaikan tangannya.
"Vinia, kau datang lagi?" tanya seorang gadis yang seumuran dengan Vinia. Suaranya lembut, terdengar akrab seperti seorang tema...