Aruna dan Robin

Oleh: Hans Wysiwyg

Aruna duduk di bawah pohon flamboyan ketika Robin, si burung itu hinggap di pagar. Bulunya abu-abu, matanya tajam, seolah menyimpan banyak cerita.

“Kamu selalu sendirian,” tanya Robin.

Aruna tidak kaget. Ia hanya mengangguk. “Apa yang kamu lihat hari ini?” tanyanya.

Robin menoleh ke jalan.

“Aku melihat manusia berjalan tanpa tujuan,” katanya.

“Mereka bergerak cepat, tapi jiwanya tertinggal di belakang.”

Aruna menggambar lingkaran di tan...

Baca selengkapnya →