Dukacita, rupanya ia adalah entitas abadi, sebentuk tamu tak diundang yang memilih untuk menetap selamanya di sudut-sudut hati. Ia tak mengenal garis waktu, tak tunduk pada kalender yang terus berganti. Bertahun-tahun telah berlalu sejak kepergianmu, Mama, sejak hari itu langit terasa runtuh dan bumi kehilangan pijakannya.
Waktu, yang katanya adalah penyembuh segala luka, nyatanya hanya menorehkan lapisan tipis di atasnya, menyisakan denyut nyer...