2025 dan 2026

Oleh: Kiara Hanifa Anindya

2025 duduk termenung, menanti kehadiran sahabat barunya, 2026.

“Temanku, aku sudah lama menunggu. Kau datang menggantikan kesepian yang kutanggung sejak 2024 pergi. Aku ingin kau menemaniku, agar aku tidak lagi merasa sendiri,” kata 2025 dengan suara bergetar.

2026 tersenyum lembut, lalu meraih tangan 2025.

“Jangan takut, 2025. Aku hadir bukan untuk menghapusmu, melainkan untuk melanjutkan jejakmu. Kau telah memberi manusia harapan, tawa, dan ...

Baca selengkapnya →