Papan absensi itu tergantung miring di dinding kelas.
Aisyah baru sadar ada yang aneh ketika ia menghitung ulang jumlah muridnya untuk ketiga kali.
Tiga puluh satu.
Padahal seharusnya tiga puluh.
Ia mengerutkan kening. Mungkin ada murid pindahan yang belum dicatat, pikirnya. Namun daftar nama di tangannya tetap sama. Tidak ada tambahan. Tidak ada coretan baru.
“Ada yang merasa jumlah kita hari ini beda?” tanyanya ringan.
Kelas hening. Beberapa muri...