Aku mulai belajar bahasa Korea bukan karena ingin pergi ke Seoul, bukan pula karena drama atau musik seperti yang sering orang duga. Aku belajar karena aku kehabisan tempat untuk menaruh perasaan.
Bahasaku sendiri terlalu jujur. Setiap kata terasa seperti permintaan yang menuntut jawaban. Setiap kali aku ingin mengatakan aku cinta kamu, dadaku menegang, seolah setelah itu tidak ada ruang untuk mundur. Maka aku memilih bahasa lain bahasa yang tidak...