Aku berdiri dengan kaki telanjang, merasakan udara kering menyapu wajahku, membiarkan pasir menggigit luka-luka kecil yang tak pernah sempat kusebutkan namanya. Laut terbentang di hadapanku seperti usia yang panjang: indah dari jauh, kejam ketika didekati. Ombak datang silih berganti bagaikan hari-hari yang tak pernah bertanya apakah aku siap menerimanya.
Hidup, rupanya, adalah pasang yang tak bisa ditawar. Ia mengangkat harapan setinggi cakrawa...