Menurut semua perhitungan, rumah itu seharusnya kokoh.
Pondasi ditanam cukup dalam, dinding dibangun dengan sudut sempurna, atap dirancang menahan hujan dan angin. Tak ada satu pun angka yang terlewat.
Setidaknya, itu yang ia yakini.
Ia mencentang daftar satu per satu, merasa aman dengan ketelitian. Angka selalu jujur, pikirnya. Angka tak pernah berkhianat. Rumah itu berdiri, tegak dan meyakinkan, seperti hidup yang telah ia rencanakan.
Retakan perta...