Liminal Anteroom

Oleh: myht

Akhirnya, aku memberanikan diri keluar dari 'ruang tunggu' itu.

Aku melangkah pergi, membiarkan sepi memeluk ruang sembilan kali lima itu sendirian. Di dindingnya, enam kursi Clio side chair menempel rapi. Memaku diri ke lantai seakan takut kehilangan tumpuan, ibarat bangku peron yang kehilangan jadwal.

Ada sisa dingin yang puitis di sana, di deretan bangku yang tetap setia menunggu bahkan saat langkah kaki sudah jauh melangkah. Seolah mereka perca...

Baca selengkapnya →