Burung-burung kedasih beberapa hari terakhir selalu bertengger di salah satu pohon di kebun.
Mungkin dia sedang ada di pohon rambutan. Mungkin juga pohon duku. Atau pohon kelor?
Entahlah… ketiga pohon itu berdekatan dan Rina tidak ambil pusing di mana kedasih itu hinggap.
Yang jelas suaranya melengking panjang. Menakut-nakuti penduduk kampung.
Di kampung ini, mereka menyebut kedasih sebagai burung wikwik karena suaranya.
Konon, jika wikwik bernyanyi...