Sekolah yang Pulang Lebih Dulu

Oleh: Aulia umi halafah

Kami masih berseragam saat itu.

Liburan, katanya. Ke sekolah Jawa yang bangunannya tua, berasrama, dan terlalu tenang untuk disebut ramah.

Awalnya biasa saja—keliling, kenalan, tertawa seperti anak sekolah yang belum tahu apa-apa. Sampai satu anak berhenti di tengah lapangan.

Ia memegang kepalanya sendiri.

Dan menjatuhkannya.

Tak ada jeritan panjang. Hanya bunyi tumpul kepala mengenai tanah. Badan dan kepala terpisah di hadapan kami, seperti demonst...

Baca selengkapnya →