Pak Budi hidup bergelimang harta, wajah publik yang ia tunjukan adalah menjadi seorang yang bijaksana dan dermawan namun sayang; uang itu adalah jeri payah petani yang mengais pundi uang untuk makan setiap hari. Andai saja pemerintah lebih sadar jika masyarakat, lapar dan haus karena ulah pak Budi.
Subsidi beras yang menipis membuat kaum menengah kebawah antri dengan mengemis, dengan janji-janji manis saat pemilu tiba.
Cakra menyadari hal itu, Ayah...