Aku mendekat perlahan.
Bukan berani, tapi karena tidak bisa menahan diri lagi melihatnya seperti itu, apalagi foto profilnya yang....
Ahh, sudahlah....
Dan kebetulan momennya lagi tepat untuk MASUK. Aku gak mau menyesal seumur hidup. Ditambah lagi aku juga sudah lama tidak merasakan hal ini.
Saat itu napasnya tidak beraturan.
Aku pun menempelnya, sampai lutut kami bertemu.
"Tenang, tarik napas," kataku pelan.
"Pelan aja"
Ia menunduk. Bahunya naik-turun.
S...