Rindu

Oleh: Kiara Hanifa Anindya

Aku selalu merindukan dirinya. Aku rindu memeluknya. Aku rindu mengusap-usap kepalanya. Aku rindu suaranya ketika memanggilku.

Terkadang, dia datang ke sini. Ke rumahku. Entah untuk minta sesuap makan, atau hanya ingin bermanja denganku. Aku membiarkannya menghambur dalam pelukanku. Kadang bersamanya aku menonton televisi, jika tidak sedang sibuk mengerjakan tugas sekolah. Ia selalu menikmatinya—tak pernah bersuara, hanya matanya yang mengikuti...

Baca selengkapnya →