Mereka bilang semua orang pernah sakit.
Seolah itu cukup untuk membuat kita setara.
Seolah rasa perih bisa disamakan hanya karena sama-sama bernama luka.
Padahal tidak.
Ada sakit yang datang seperti badai keras, berisik, menghancurkan, lalu pergi meninggalkan puing-puing yang jelas terlihat.
Orang lain mudah berkata, “Pantas kamu hancur, lukanya besar.”
Tapi ada juga sakit yang datang tanpa suara.
Tidak merobohkan apa pun secara kasat mata, namun pe...