Ayah meninggal di usia ketika aku baru belajar merasa dewasa.
Hari itu hujan turun deras, seperti tidak mau memberi jeda. Tanah pemakaman berubah licin, sepatu-sepatu kotor, payung-payung saling bertabrakan. Orang-orang berdiri rapat, sebagian menunduk, sebagian sibuk menutup wajah—entah dari hujan, entah dari duka.
Ayah terbaring tenang di hadapanku. Lelaki sederhana yang sepanjang hidupku selalu menjadi pegangan. Ia bukan orang yang banyak bica...