Di Antara

Oleh: Khirnis

Setiap kali Rana melihat ke arah cermin, ia seakan mencelos saat mengetahui betapa mengerikan penampilannya. Mata yang menatap kosong dengan lingkar hitam yang samar. Bibir pucat yang stagnan di tempat. Serta wajah yang perlahan dipenuhi jerawat sebab tak terawat.

Hhhhh...

Rana melengos pergi setelah dirinya mendengus kasar mengomentari penampilan wajahnya. Toh, ia merasa tak punya siapapun yang akan bercuit betapa mengerikan wajahnya saat ini. Den...

Baca selengkapnya →