Menyeret Hari-Hari Yang Sunyi

Oleh: Miracle in Jannah

Sore itu, aku duduk di ruang tengah dengan televisi menyala tanpa benar-benar kutonton. Layar bergerak, suara berseliweran, tapi dadaku justru dipenuhi sesuatu yang tak bernama—rasa sesak yang datang tanpa permisi, seperti gelombang sunyi yang menghantam dari dalam. Napasku memendek. Pikiranku bising oleh hal-hal yang tak mampu kujelaskan, bahkan pada diriku sendiri.

Aku pun bangkit. Ada satu tempat yang sejak dua tahun lalu selalu menjadi pelar...

Baca selengkapnya →