AI, saya tunggu di kantin ya. Ada hal penting yang ingin saya bicarakan.
Usai membaca pesan singkat yang Riski kirimkan, aku langsung bergegas menyeret langkahku menuju kantin yang masih ramai meskipun jam kantor telah usai. Pandanganku mengedar sejenak sebelum akhirnya kutemukan tempat duduk laki-laki itu di bagian tengah.
“Assalamu'alaikum,” sapaku begitu tiba di sana. Riski dan Hari—teman satu divisi yang menemaninya—segera berdiri da...