anakku surat ini ku tulis 13 menit menjelang dhuhur
saat panas mulai naik, dan dadaku ikut bergejolak mengingat namamu.
Kamu jauh, Nak.
Jauh dari rumah.
Jauh dari suara ibu.
Dan entah kenapa… makin jauh dari rasa syukur.
Hari ini ayah ingin bicara tentang satu ayat yang sering kamu ucap tanpa benar-benar kamu rasakan:
“Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin.”
Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
Ayat ini bukan kalimat manis, Nak.
Ini tamparan halus.
I...