70 Musim

Oleh: Rere Valencia

Di sebuah negeri yang hanya mengenal dua musim, ia telah melewati tujuh puluh di antaranya. Bukan karena usianya yang terlampau panjang, melainkan karena sejak tangisan pertamanya pecah ke dunia, hidup tak pernah benar-benar memberinya waktu untuk sekadar menarik napas dalam-dalam.

Hujan dan kemarau datang silih berganti, masing-masing memahat luka dan bekas yang berbeda, memaksa jiwanya dewasa jauh lebih cepat dari detak jam yang seharusnya.

...

Baca selengkapnya →