"Mama?"
Wajahku berkerut. Aku melihat sekeliling. Banyak orang yang ramai berlalu-lalang. Sayang sekali, sebagian dari mereka hanya sesekali menengok kearah kami. Sebagiannya lagi acuh. Mereka seakan tuli dan bisu.
Aku menyerahkan anakku, Zisha, pada suamiku. Tiba-tiba dadaku merasa sedikit sesak. Sesuatu seakan mengganjal di hatiku. Aku berjongkok menyesuaikan tinggiku dengan anak kecil di hadapanku. Melihat matanya yang tidak fokus, aku menghela ...