Dan alih-alih membalas kepergianmu dengan benci dan dendam—karena kau pergi menghilang begitu saja, tanpa penjelasan, tanpa kata perpisahan, seolah aku tak pantas menerima satu kalimat penutup—aku justru memilih diam yang panjang dan menelan kecewa.
Aku, memilih jalan yang lebih sunyi: menyebut namamu dalam doa-doa lirih yang kugumamkan di sela-sela malam, ketika dunia terlelap dan hanya Tuhan yang setia mendengar. Doa-doa yang barangkali tak ...