"Anak itu seperti kertas. Mereka meniru apa yang orang tua mereka lakukan," ujar seorang perempuan tua dengan rambut yang telah memutih seluruhnya. Ucapan itu terngiang di kepala Laksmi saat menyentuh luka di pipinya yang masih terasa perih—bekas tamparan Darmi, neneknya sendiri.
Dadanya makin sesak, karena kata-kata itu lebih menyakitkan dari sembilu. "Lain kalau anak laki-laki, mereka bisa bebas ke mana saja. Tapi kau perempuan, bisa bikin ma...