Terjebak Hujan

Oleh: Majestic Journey

Hujan turun seperti keputusan yang tak pernah dibicarakan—tiba-tiba, deras, dan membuat kota kehilangan arah. Tami berdiri di balik kaca kafe, memandangi jalanan yang memantul lampu-lampu malam. Di kursi sebelahnya, terlipat rapi mantel hujan berwarna hijau. Warnanya masih sama seperti terakhir kali dipinjamkan padanya: hijau yang terlalu cerah untuk kenangan yang redup.

“Masih nunggu hujan reda?” tanya barista sambil menyodorkan secangkir k...

Baca selengkapnya →