Menunggu

Oleh: Aralya Seraquin

Aku duduk termangu pada satu-satunya kursi yang ada di dalam ruangan. Mataku menatap bosan lantai putih dan dinding tanpa cela di sekitarku. Melihat pemandangan yang sama tiap harinya membuatku merasa semakin jenuh. Pikiranku pun melalang buana. Saat itulah, aku mulai mengingat banyak hal.

Arrgh!

Erangan meluncur dari bibirku dan memantul dalam ruangan sepi itu. Tanganku spontan mencengkram satu sisi kepalaku. Tiba-tiba saja kepalaku terasa sakit s...

Baca selengkapnya →