Di tengah heningnya ruang arsip yang dingin, Gani tersenyum lebar. Di tangannya, ada sebuah berkas tebal yang baru saja ia temukan di antara tumpukan kertas kusam. Matanya yang murni berbinar saat melihat logo gunung dan matahari di sudut kertas itu—logo rumah keduanya, tempat ia merasa berguna meski dunia sering memandangnya berbeda.
Gani tidak tahu bahwa kertas di tangannya adalah "bom waktu" bagi para petinggi tambang. Ia tidak mengerti de...