Primadonaku, Margaret. Parasmu berkilauan bagai mutiara dasar laut. Nyanyianmu berhasil memikat banyak orang hingga para Siren cemburu. Tubuhmu bergelimang cahaya kala memijak atas panggung. Sungguh tiada satu perempuan pun di kota ini dapat menandingi kehebatan engkau.
Namun, sayangku, mengapa engkau tak sudi melihatku? Betapa hancurnya hatiku melihat sebuket mawar pilihan khusus untukmu kau buang di depan mataku. Kau tak segan menginjaknya berka...