Titik Balik Rasa

Oleh: Dear An

“Eh, bengong.”

Sebuah tepukan yang kukenal mendarat di punggungku dari arah belakang. Aku menghembuskan napas panjang, sedikit kesal karena lamunanku buyar, lalu menoleh. Mataku langsung menatap tajam ke arah Daniel.

“Ih, Bang Daniel,” protesku.

Daniel menarik bibirnya, menyunggingkan senyum lebar yang selalu bisa meredam kekesalanku, memperlihatkan deretan giginya yang putih. “Maaf,” katanya lembut, lalu menjatuhkan diri di bangku kayu ...

Baca selengkapnya →