Sebenarnya saya sudah lama ingin pindah kos-kosan, gak betah lagi dengan tetangga toxic yang kerjanya nyindir melulu.
Tapi karena zaman sekarang sangat sulit cari kos-kosan cewek (yang gak ada CCTV-nya dan anak pemilik kosnya mirip Cristiano Ronaldo), jadi saya memilih bertahan.
Memang sih, awal kenal dengan tetangga saya ini, kami langsung klop dan berteman sangat baik—saling berbagi bawang cabai tomat. Tapi hanya karena 200 ribu rupiah doang, y...