Nir Asa

Oleh: awod

"Bang, aku berangkat dulu ya. Jangan lupa matiin kompor." Tangan Sarah menggamit tangan suaminya. Kedua anaknya sudah terlebih dahulu menghambur menuju mobil dimana sepupunya menunggu.

Di depan pagar, suara klakson mobil berbunyi dua kali. Budi, adik iparnya, yang sudah siap dengan bagasi penuh tas.

"Hati-hati di jalan. Nanti kalau urusan selesai Abang nyusul," jawab Aris pelan, memaksakan segaris senyum yang terasa kaku di wajahnya yang kuyu. Ia t...

Baca selengkapnya →