Aryo ngebut dengan motor bututnya, ia begitu ketakutan, tubuhnya gemetar dan basah, basah bukan hanya karena hujan, namun basah karena ancaman yang baginya amat mengerikan dan bisa menentukan masa depannya.
Ia melajukan motor dengan kencang, ia tak mau peristiwa tempo hari terulang, dimana rasa ngilunya masih ia rasa, bahkan sekarang ia memegangi bagian yang sakit tersebut, tapi hatinya yang dag dig dug lebih terasa ngilunya ketimbang luk...