"Baby, you're here?"
Suara berat namun terdengar riang itu membelah sunyi, muncul dari arah ruang depan apartemen Faira.
Faira hanya sanggup menengadahkan wajahnya yang—kalau boleh jujur—sudah begitu berantakan dan kusam.
Ia melepas kacamata, memijat pangkal hidungnya yang terasa pegal akibat berjam-jam terperangkap dalam kepungan diktat tesis dan jurnal penelitian tak berujung itu.
Satu bulan terakhir, tumpukan kertas itu rasanya sudah men...