Udara pagi yang seharusnya semerbak cemara kini dipenuhi bau amis dan besi. Tidak perlu lidah untuk bisa merasakan darah. Cukup bernapas.
Tubuh-tubuh tergeletak di atas tanah yang dingin. Beralaskan rumput berembun yang memerah.
Surya mengintip di balik bukit. Cahaya jingganya lembut memantul pada pedang yang tertancap di atas dada seorang prajurit yang membelalakkan mata.
Suara napas kasar dan patah memecah pagi yang sunyi. Dia berusaha bangk...