Ramadhan Kedua Tanpa Ibu

Oleh: Rahmi Azzura

“Rasanya gak ada hari yang lebih berat selain hari-hari setelah Ibu gak ada. Na sendirian, Bu. Lusa sudah masuk Ramadhan. Ini Ramadhan kedua tanpa Ibu. Masih sama seperti tahun kemarin—sepi.”

Syena menunduk, jemarinya meremas ujung rumput di samping pusara.

“Maaf ya, Bu. Na masih sering nangis kalau kangen Ibu. Bukan Na gak ikhlas Ibu pulang duluan. Na cuma… sesak. Kadang rasanya kayak dada Na penuh, tapi gak tau harus diluapin ke siapa...

Baca selengkapnya →