Anak Durhaka

Oleh: Alifia Sastia

Anak ibu ada tiga termasuk aku.

Anak pertama. Laki-laki. Seorang pengusaha yang bisnisnya sudah terkenal di ibu kota, bahkan ke luar pulau. Tetapi tidak pernah aku tahu apa usahanya, juga tidak ingin tahu.

Anak kedua. Laki-laki. Seorang ahli hukum yang selalu berisik membagi harta warisan. Mungkin karena ia tahu usia ibu tidak akan lama lagi.

Sepuluh tahun sudah ibu jatuh sakit, tepat seminggu selepas bapak wafat. Sehari-harinya ibu hanya berbaring ...

Baca selengkapnya →