Entah mengapa aku merasa ada sesuatu yang aneh dari cincin ini.
Aku tebak, dulunya pasti ia berwarna emas terang—meski aku tak tahu pasti apakah itu benar-benar emas atau hanya sekadar kilau yang menipu.
Mataku terus tertuju padanya.
Hiasan kecil dengan dua bundaran halus di tengahnya itu seolah mencuri perhatianku sejak pertama kali ditemukan. Tergeletak di antara kertas-kertas usang dalam lemari tua di sudut rumahku.
Awalnya kupikir, tak ada ...