Seolah Pernah Bertemu (2)

Oleh: verlit ivana

Dusun Daun di pinggiran kota, lebih dekat dengan pabrik daripada permukiman berisi manusia modern.

Pabrik itu pun memunggungi Dusun kami yang tanpa ciri khas tertentu. Suara deru mesin dan riuh rendah suara manusia terdengar dari dhuha sampai senja, lima kali sepekan.

Banyak pemuda Dusun mengais rejeki menjadi buruh di sana. Tapi ada pula yang mendapat keuntungan lebih dari penduduk kebanyakan.

Dialah pak Sugih. Seperti namanya, dia turunan keluarg...

Baca selengkapnya →