Badut Biru

Oleh: Jasma Ryadi

Cat biru ini mulai mengeras, menarik kulit pipiku hingga terasa kaku seperti semen kering. Aku berdiri di depan cermin toilet yang penuh uap, menatap sepasang mata yang kehilangan binar di balik lingkaran riasan elektrik. Namaku Arlan, tetapi malam ini aku adalah properti. Aku adalah kebisingan yang dipesan Shinta untuk mengisi kekosongan di sela tawa tamu-tamunya.

Aku gemetar saat memandang bayangan jenaka yang tengah mengejar cinta. Baju kebes...

Baca selengkapnya →