Lantai kayu di lorong rumah tua itu mengerit, bukan karena injakan kaki, melainkan seolah-olah fondasi rumah itu sendiri sedang menggeliat dalam tidur yang gelisah. Elias berdiri mematung di depan cermin besar berbingkai kayu hitam yang diletakkan di sudut ruang tamu. Cermin itu adalah warisan, kata mereka, satu-satunya benda yang selamat dari kebakaran rumah kakek buyutnya. Cahaya bulan yang masuk melalui jendela kaca patri melemparkan bayangan ...